Pantai Kasuso, Desa Lumbiah, Kecamatan Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan


.

Minggu, 20 Oktober 2013. 

Kasuso, Desa Darubiah, Kecamatan Bonto Bahari. Patahan surga yang hilang ditemukan oleh laskar malewa yang berkunjung menikmati maha karya tuhan yang hilang. dusun yang diapit oleh gugusan tebing-tebing dengan karang yang terjal dan banyaknya kerang prasejara didalam hutang belakang Dusun Kasuso.
Dusun yang dihuni oleh sebagian besar masyarakatnya mempertaruhkan hidup dilautan ini dihiasi dengan pantai pasir putih dan adanya Batu Tallasa ( Batu terapung)yang berada disebelah Selatan.
nama Kasuso itu sendiri diabil dari nama Kerang . pada tahun 70 an, menurut warga sekitar, terdapat kapal dari daerah Palopo yang karam dan tenggelam diteluk Bira, dan mayat-mayatnya ini ditemukan di pantai Kasuso, sehingga disisi utara dan selatan terdapat pemakaman massal.
tapi itu semua hanya pengantar sejara dari keindahan Dusun Kasuso...
Patahan Surga Yang Hilang.



( Pantai Kasuso, Desa Lumbiah, Kecamatan Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan )


( Pantai Kasuso, Desa Darubiah, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan )


( Pantai Kasuso, Desa Darubiah, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan )


( Pantai Kasuso, Desa Darubiah, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan )


( Matahari terbit dipagi hari pukul 05:00  di Pantai Kasuso, Desa Darubiah, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan ) 


( Matahari terbit dipagi hari pukul 05:00  di Pantai Kasuso, Desa Darubiah, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan ) 


( Santri-santri Sekolah Sastra Bulukumba dalam perjalanan menuju ke Dusun Kasuso )


( Matahari terbit dipagi hari pukul 05:00  di Pantai Kasuso, Desa Darubiah, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan ) 


( Santri-santri Sekolah Sastra Bulukumba dalam perjalanan pulang ke Dusun Kasuso )


( Santri-santri Sekolah Sastra Bulukumba dalam perjalanan pulang ke Dusun Kasuso )


( Santri-santri Sekolah Sastra Bulukumba dalam perjalanan menuju ke Dusun Kasuso )


( Rembulan tersipu malu di sela-sela perjalanan Sang Malam )


( Santri-santri Sekolah Sastra Bulukumba dalam perjalanan menuju ke Dusun Kasuso )


( Si Antik yang sarat akan makna )



( Santri-santri Sekolah Sastra Bulukumba dalam perjalanan pulang ke Dusun Kasuso )



( Santri-santri Sekolah Sastra Bulukumba dalam perjalanan menuju ke Dusun Kasuso )


( Perahu Nelayan yang berlabu di patahan surga pantai Kasuso )


( Santri-santri Sekolah Sastra Bulukumba dalam perjalanan menuju ke Dusun Kasuso )


( Perahu Nelayan yang berlabu di patahan surga pantai Kasuso )


( Mentari pagi di Pantai Kasuso )


( Rembulan tersipu Malu di Batu Tallasa'e )


( Menikmati Mentari Pagi di Pantai Kasuso, Karya Agung sang pencipta )


( Menikmati Mentari Pagi di Pantai Kasuso, Karya Agung sang pencipta )


( Menikmati cahaya rembulan di Pantai Kasuso, Karya Agung sang pencipta )


( Menikmati Mentari Pagi di Pantai Kasuso, Karya Agung sang pencipta )


( Menikmati Mentari Pagi di Pantai Kasuso, Karya Agung sang pencipta )


Your Reply